Oleh : Nila Krisna — Siswi SMK Cendika Bangsa
KEPANJEN – Ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendika Bangsa Kepanjen mengambil posisi terdepan dalam upacara akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2025. Acara terpusat ini berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Malang dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.
Kehadiran delegasi Cendika Bangsa menjadi sorotan yang kuat dan bermakna. Mereka hadir bukan sekadar sebagai pelajar, melainkan juga representasi tegas dari kaum santri yang bertransformasi. Dengan mengenakan almamater hijau khas Nahdlatul Ulama (NU) — bersama pin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tersemat rapi di lengan kiri.

Kepala SMK Cendika Bangsa, Abdulloh Muthi’ S.E menekankan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar mengingat Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari, melainkan sebuah “Resolusi Jihad Masa Depan.”
“Jika dulu jihad para santri adalah mengangkat senjata melawan penjajah, kini jihad kita adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun kemandirian ekonomi, serta mempertahankan moralitas bangsa dari gempuran revolusi global,” tegas beliau.
Melalui peringatan ini sekolah secara implisit menyampaikan narasi penting kepada publik. Bahwa keahlian vokasi dan kedalaman spiritual tidak perlu dipertentangkan, melainkan dapat berjalan harmonis, mencetak generasi yang Cerdas Berakhlak Mulia.