HUT ke-81 RI di SMK Cendika Bangsa: Semangat Merdeka lewat Kompetensi

Lapangan SMK Cendika Bangsa dipenuhi suasana khidmat sekaligus semarak saat sekolah menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Upacara diikuti oleh wakil kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, hingga siswa kelas X dan XI.

Momen kemerdekaan tahun ini dijadikan ajang bagi seluruh warga sekolah untuk merenungi kembali makna kemerdekaan — bukan sekadar mengenang jasa pahlawan, tapi juga mendorong siswa mengisi kemerdekaan lewat pendidikan dan karya nyata.

Berani Bermimpi, Berani Belajar

Dr. Rachmat Farich, S.E., M.Pd. bertindak sebagai pembina upacara dengan amanat bertema “Merdeka dengan Kompetensi, Berkarya untuk Negeri”.

Ia mengingatkan siswa bahwa kemerdekaan bukan pemberian penjajah, melainkan hasil perjuangan dan persatuan rakyat. Ia menyinggung peran pemuda dalam peristiwa Rengasdengklok sebagai bukti bahwa kekuatan generasi muda terletak pada keberanian mengambil langkah.

Semangat itu, menurutnya, masih relevan hari ini — bukan hanya berani bermimpi, tapi juga berani belajar, mencoba, dan mengasah kemampuan.

Kuis Sejarah Hidupkan Suasana

Upacara juga diramaikan kuis kebangsaan seputar sejarah kemerdekaan. Pertanyaan yang diajukan antara lain soal sosok pengibar bendera saat proklamasi, Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo, serta lokasi penyusunan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Ada pula pertanyaan tentang sejarah lagu Indonesia Raya yang pertama kali dikumandangkan W.R. Supratman pada Kongres Pemuda II tahun 1928.

Sejumlah siswa tampak antusias maju menjawab, menunjukkan bahwa pelajaran sejarah bisa dikemas lebih interaktif dan membumi.

Melawan Kemalasan, Bukan Penjajah

Dr. Rachmat Farich menekankan bahwa bentuk perjuangan generasi muda kini telah berubah. Musuh bukan lagi penjajah bersenjata, melainkan kebodohan, kemalasan, dan pengangguran.

Bagi siswa SMK, ijazah saja belum cukup untuk bersaing di dunia kerja. Dibutuhkan kompetensi nyata sesuai bidang keahlian, ditambah mental yang kuat untuk terus belajar.

“Merdeka hari ini artinya kalian merdeka dari rasa malas belajar, serta merdeka dari rasa takut gagal saat mengasah skill di jurusan masing-masing,” ujarnya.

Cinta Tanah Air lewat Aksi Nyata

Menjelang akhir amanat, ia mengutip pesan dari Mbah Moen dan Gus Baha bahwa mencintai negara tak cukup diucapkan, tapi harus dibuktikan lewat kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus membekali siswa dengan ilmu dan keterampilan. Amanat ditutup dengan pantun bernada optimistis, menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda.

Melalui semangat HUT RI ke-81 ini, siswa SMK Cendika Bangsa diajak untuk terus belajar dan berkarya — menjadikan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tapi wujud nyata membangun Indonesia yang tangguh dan mandiri.

sumber asli bisa dibaca di :

https://swaracendika.id/peringatan-hut-ke-81-ri-di-smk-cendika-bangsa-merdeka-dengan-kompetensi-berkarya-untuk-negeri/