Oleh : Nila Krisna — Siswi SMK Cendika Bangsa
KEPANJEN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendika Bangsa kembali melaksanakan program tahunannya, yakni Wisata Edukasi Religi (WER) pada Senin, 3 November 2025. Agenda ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan didesain sebagai instrumen efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, sejarah, dan spiritualitas di kalangan pelajar.
WER atau Wisata Edukasi Religi merupakan program yang bertujuan memperkenalkan siswa pada jejak perjuangan tokoh nasional, mengunjungi situs bersejarah, dan berziarah ke makam tokoh spiritual yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat. Kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara kejuruan, tetapi juga matang dalam wawasan dan karakter.
Pada edisi tahun ini, ratusan peserta didik kelas X diajak menjelajahi tiga destinasi di Blitar yang merepresentasikan tiga pilar utama pendidikan karakter dalam WER: sejarah nasional, budaya, dan spiritualitas.

Perjalanan edukatif ini diawali dengan kunjungan ke Museum Bung Karno. Di lokasi ini, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai rekam jejak dan cita-cita luhur Proklamator RI, Ir. Soekarno. Kunjungan ini berfungsi sebagai penguatan rasa nasionalisme dan penghormatan terhadap para pendiri bangsa.
Perjalanan dilanjutkan menuju Candi Penataran. Berada di kompleks peninggalan Kerajaan Majapahit ini, peserta diajak mengobservasi warisan arsitektur kuno dan menelaah akulturasi peradaban Nusantara. Sesi ini memperluas perspektif mereka tentang kekayaan budaya Indonesia.
Puncak kegiatan spiritual dalam program ini adalah ziarah ke Makam Mbah Dimyati di kawasan Selopura. Mbah Dimyati diakui sebagai salah satu sosok ulama dan tokoh spiritual yang berpengaruh di Blitar. Kegiatan ini menawarkan momen kontemplasi, mendorong siswa untuk meneladani keteladanan dan budi pekerti para tokoh terdahulu.
Hubaibi Amri, selaku ketua pelaksana WER, menekankan pentingnya peran program ini dalam pendidikan karakter, “Wisata edukasi religi ini bukan sekadar jalan-jalan, tetapi sarana pembelajaran lintas disiplin ilmu. Siswa bisa belajar sejarah, memperkuat nilai religius, memahami karakter kebangsaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan di antara siswa,” tegasnya.
Para peserta menyambut positif inisiatif ini. Awit, salah satu siswa kelas X, mengungkapkan kesan mendalamnya, “Saya merasa pengetahuan tentang sejarah dan spiritualitas saya jadi bertambah, dan pengalaman belajar di luar kelas ini terasa sangat berharga.”
Dengan selesainya kunjungan di Selopura, peserta didik SMK Cendika Bangsa kembali membawa pulang bukan hanya cerita, tetapi juga penambahan wawasan kebangsaan yang solid dan inspirasi untuk menjadi generasi penerus yang berkarakter.