Oleh : Erlin Nurhata Dinata – X MP
Acara MPLS di SMKN 1 Semarang telah usai. Satu minggu berlalu, dan kini Bapak Kepala Sekolah berdiri di lapangan, menyampaikan visi misi sekolah dengan semangat membara. “Untuk kalian semua, saya tegaskan! Kalian sudah bisa melihat kelas masing-masing di grup. Penempatan kelas sudah sesuai dengan jurusan. Jika ada nama yang belum tercatat, hubungi admin di grup. Jelas?”
“Jelas!” teriak para siswa baru serentak.
“Sekian, terima kasih. Bubar! Cari kelas masing-masing!” perintah Kepala Sekolah.
Lapangan langsung riuh. Para siswa baru berhamburan mencari kelasnya masing-masing. Putri, yang sedang fokus mencari namanya di daftar, tiba-tiba menoleh dan memeluk Kanaya. “Kanaya! Kita sekelas!” teriaknya heboh.
“Benarkah? Kelas kita di mana?” tanya Kanaya, spontan.
“Di G3.1! Di mana ya itu?”
“Coba tanya kakak-kakak Osis,” saran Putri, menarik Kanaya menuju sekelompok siswa yang sedang bercanda.
“Assalamualaikum, Kak,” sapa Kanaya sopan. “Mau tanya, G3.1 di mana ya?”
“Walaikumsalam. G3.1 itu gedung G, lantai tiga, barisan satu dari tangga. Gedung G ada di depan kantin,” jawab salah satu anggota Osis, ramah.
“Terima kasih, Kak. Kami pamit, assalamualaikum,” pamit Kanaya dan Putri.
“Walaikumsalam,” jawab anggota Osis serempak.
“Sumpah, cewek yang pakai hijab segi tiga itu cantik banget! Aura muslimah banget!” komentar Alip, salah satu anggota osis.
“Yee, semuanya cantik, Lip!” ledek anggota Osis lain. “Tapi yang pakai hijab sport juga nggak kalah cantik, sumpah!” timpal Rizfan, masih memperhatikan kepergian Kanaya dan Putri.
“Wes-wes, kamu sama Alip sama aja!”tania, cewek tomboy anggota Osis, kesal. Semua pun tertawa melihat raut wajah Alip dan Rizfan yang kesal karena diejek tania.
Kanaya dan Putri akhirnya menemukan kelas mereka, X Мр (Manajemen Perkantoran kelas ). Suasana kelas sangat ramai, para siswa sibuk mencari tempat duduk. Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar. Seorang guru cantik dan anggun masuk kelas.
“Halo, semua!” sapanya sambil tersenyum ramah.
“Haiii!” sahut para murid yang sudah duduk rapi.
“Perkenalkan, saya Bu velly, wali kelas kalian. Apakah kalian sudah mantap dengan jurusan yang kalian pilih? Jika kalian sudah yakin, saya tidak akan memaksa. Saya tidak ingin kalian menyesal di tengah jalan karena salah jurusan. Baiklah, sekarang kita mulai perkenalan dan pemilihan struktur kelas.”
Proses pemilihan struktur kelas berlangsung cukup lama. Akhirnya, Kanaya terpilih menjadi ketua kelas.
“Oke, ketua kelas kita adalah Kanaya. Kanaya, apakah kamu siap menjalankan tugasmu?” tanya Bu velly.
“Insyaallah, Bu velly,” jawab Kanaya mantap.
“Ya sudah, kalau ada apa-apa, tanyakan pada Bu velly, ya. Sekarang, mari kita mulai pelajaran kita pada pagi hari ini.”