Oleh : Erlin Nurhata Dinata – X MP
Sinar pagi menerobos jendela, namun Kanaya masih lelap memeluk guling kesayangannya. Alarm berdering nyaring, berkali-kali, namun ia tetap tak bergeming. Hingga akhirnya, pintu kamar mendadak terbuka dengan suara BRAK! Ibu Susan, dengan wajah tegas, menggeram, “Kanaya! Bangun! Hari pertama MPLS!” Jantung Kanaya berdebar kencang. Hari pertama MPLS, dan ia hampir terlambat! la bergegas mandi, mengenakan seragam khusus MPLS, dan berlari ke bawah.
“Assalamualaikum, Ma!” teriaknya sambil mencium kening ibunya. Ia menyambar kunci motor Beat-nya dan bergegas menuju garasi.
Parkiran SMK Negeri 1 Malang sesak seperti lautan motor. Kanaya bersusah payah mencari celah, hingga akhirnya menemukan tempat untuk memarkir Beat kesayangannya. Baru saja melepas helm, sebuah sentuhan lembut di bahunya membuat Kanaya tersentak. Ia menoleh dan mendapati sepasang tangan lentik milik seorang gadis.
“Siswa baru, ya? Kenalin, aku Putri. Aku ambil jurusan Manajemen,” ujar gadis itu sambil mengulurkan tangan. Kanaya tertegun. Wajah Putri yang ‘baby face’ membuatnya terpana. “Masyaallah, cantik sekali,” gumamnya dalam hati. Putri mengerutkan dahi, heran dengan reaksi Kanaya yang melongo. “Eh, kamu nggak papa?” tanyanya.
“Oh, iya, hehe. Aku juga ambil Manajemen,” jawab Kanaya, sedikit gugup.
“Sama dong! Yuk, kita ke lapangan, ikut MPLS bareng yang lain,” ajak Putri sambil menarik tangan Kanaya. Sepanjang MPLS, mereka selalu bersama. Satu minggu berlalu, dan persahabatan mereka pun terjalin.